Headlines News :

Latest Post

EFEK RUMAH KACA "EFEK RUMAH KACA" ALBUM (Free Download)

Written By Unknown on Jumat, 05 September 2014 | Jumat, September 05, 2014

BAND   : Efek Rumah Kaca
Album : Efek Rumah Kaca
Pavilium Records – 2007

Track List:

    1. Jalang
    2. Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
    3. Bukan Lawan Jenis
    4. Belanja Terus Sampai Mati
    5. Insomnia
    6. Debu-Debu Berterbangan
    7. Di Udara
    8. Efek Rumah Kaca
    9. Melankolia
    10. Cinta Melulu
    11. Sebelah Mata
    12. Desember

FOR FREE TO DOWNLOAD FULL ALBUM EFEK RUMAH KACA (50MB) 
CLICK here Download (Via Mediafire)

EFEK RUMAH KACA "KAMAR GELAP" ALBUM (Free Download)


Nama Band : Efek Rumah Kaca
Album           : Kamar Gelap
Aksara Records – 2007
  1. Track List:
  2.     1. Tubuhku Membiru... Tragis
  3.     2. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
  4.     3. Mosi Tidak Percaya
  5.     4. Lagu Kesepian
  6.     5. Hujan Jangan Marah
  7.     6. Kenakalan Remaja di Era Informatika
  8.     7. Menjadi Indonesia
  9.     8. Kamar Gelap
  10.     9. Jangan Bakar Buku
  11.     10. Banyak Asap di Sana
  12.     11. Laki-Laki Pemalu
  13.     12. Balerina

FOR FREE TO DOWNLOAD FULL ALBUM KAMAR GELAP (51MB) 
CLICK here Download (Via Mediafire)

Download Full Album Superman Is Dead "Sunset Di Tanah Anarki"


SID - Sunset Di Tanah Anaki"
Berikut ini ada daftar lagu terbaru Superman Is Dead (SID) tahun 2013 di Album ke-8 "Sunset Di Tanah Anaki" Full Album 2013 silahkan download :

01. Superman Is Dead - Sunset Di Tanah Anarki.mp3
[Download]

02. Superman Is Dead - Belati Tuhan.mp3
[Download]

03. Superman Is Dead - Bulan Dan Ksatria.mp3
[Download]

04. Superman Is Dead - Bulletproof Heart.mp3
[Download]

05. Superman Is Dead - Burn The Night.mp3
[Download]

06. Superman Is Dead - Fast Cure.mp3
[Download]

07. Superman Is Dead - Forever Love Insane.mp3
[Download]

08. Superman Is Dead - Forgivers.mp3
[Download]

09. Superman Is Dead - Jadilah Legenda (Album Version).mp3
[Download]

10. Superman Is Dead - Kita Adalah Belati.mp3
[Download]

11. Superman Is Dead - Running.mp3
[Download]

12. Superman Is Dead - Suara Dalam Menara.mp3
[Download]

13. Superman Is Dead - The Opening (Ketika Senja)
[Download]

14. Superman Is Dead - Turning Back Time.mp3
[Download]

15. Superman Is Dead - Wake Me Up.mp3
[Download]

16. Superman Is Dead - Water Not War.mp3
[Download]

17. Superman Is Dead - Kita Luka Hari Ini, Mereka Luka Selamanya.mp3
[Download]


NB : Lagu diatas adalah versi original dari Superman Is Dead dan bukan merupakan rekaman konser-konser Superman Is Dead.

Saya hanya berbagi disini, bila sobat memang menghargai karya Superman Is Dead silahkan beli CD Originalnya.
Dan Selamat Menikmati Lagu Baru idola kalian ya Para OUTSIDER DAN LADY ROSE BUMI PERTIWI. #Cheerrrss Salam OUTSUDERS

Tujuan Utama dari Gerakan MUHAMMADIYAH

Written By Unknown on Kamis, 28 Agustus 2014 | Kamis, Agustus 28, 2014

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.
Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.
Dalam pembentukannya, Muhammadiyah banyak merefleksikan kepada perintah-perintah Al Quran, diantaranya surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Ayat tersebut, menurut para tokoh Muhammadiyah, mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan dakwah Islam secara teorganisasi, umat yang bergerak, yang juga mengandung penegasan tentang hidup berorganisasi. Maka dalam butir ke-6 Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi, yang mengandung makna pentingnya organisasi sebagai alat gerakan yang niscaya.
Sebagai dampak positif dari organisasi ini, kini telah banyak berdiri rumah sakit, panti asuhan, dan tempat pendidikan di seluruh Indonesia.

Sejarah Singkat Muhammadiyah

Bulan Dzulhijjah (8 Dzulhijjah 1330 H) atau November (18 November 1912 M) merupakan momentum penting lahirnya Muhammadiyah. Itulah kelahiran sebuah gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, yang melakukan perintisan atau kepeloporan pemurnian sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar muslim di dunia. Sebuah gerakan yang didirikan oleh seorang kyai alim, cerdas, dan berjiwa pembaru, yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis dari kota santri Kauman Yogyakarta.
 
Kata ”Muhammadiyah” secara bahasa berarti ”pengikut Nabi Muhammad”. Penggunaan kata ”Muhammadiyah” dimaksudkan untuk menisbahkan (menghubungkan) dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad. Penisbahan nama tersebut menurut H. Djarnawi Hadikusuma mengandung pengertian sebagai berikut: ”Dengan nama itu dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung organisasi itu ialah umat Muhammad, dan asasnya adalah ajaran Nabi Muhammad saw, yaitu Islam. Dan tujuannya ialah memahami dan melaksanakan agama Islam sebagai yang memang ajaran yang serta dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, agar supaya dapat menjalani kehidupan dunia sepanjang kemauan agama Islam. Dengan demikian ajaran Islam yang suci dan benar itu dapat memberi nafas bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.”
 
Kelahiran dan keberadaan Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak lepas dan merupakan menifestasi dari gagasan pemikiran dan amal perjuangan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) yang menjadi pendirinya. Setelah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan bermukim yang kedua kalinya pada tahun 1903, Kyai Dahlan mulai menyemaikan benih pembaruan di Tanah Air. Gagasan pembaruan itu diperoleh Kyai Dahlan setelah berguru kepada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah seperti Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau, Kyai Nawawi dari Banten, Kyai Mas Abdullah dari Surabaya, dan Kyai Fakih dari Maskumambang; juga setelah membaca pemikiran-pemikiran para pembaru Islam seperti Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdil Wahhab, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Dengan modal kecerdasan dirinya serta interaksi selama bermukim di Ssudi Arabia dan bacaan atas karya-karya para pembaru pemikiran Islam itu telah menanamkan benih ide-ide pembaruan dalam diri Kyai Dahlan. Jadi sekembalinya dari Arab Saudi, Kyai Dahlan justru membawa ide dan gerakan pembaruan, bukan malah menjadi konservatif.
 
Embrio kelahiran Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi untuk mengaktualisasikan gagasan-gagasannya merupakan hasil interaksi Kyai Dahlan dengan kawan-kawan dari Boedi Oetomo yang tertarik dengan masalah agama yang diajarkan Kyai Dahlan, yakni R. Budihardjo dan R. Sosrosugondo. Gagasan itu juga merupakan saran dari salah seorang siswa Kyai Dahlan di Kweekscholl Jetis di mana Kyai mengajar agama pada sekolah tersebut secara ekstrakulikuler, yang sering datang ke rumah Kyai dan menyarankan agar kegiatan pendidikan yang dirintis Kyai Dahlan tidak diurus oleh Kyai sendiri tetapi oleh suatu organisasi agar terdapat kesinambungan setelah Kyai wafat. Dalam catatan Adaby Darban, ahli sejarah dari UGM kelahiran Kauman, nama ”Muhammadiyah” pada mulanya diusulkan oleh kerabat dan sekaligus sahabat Kyai Ahmad Dahlan yang bernama Muhammad Sangidu, seorang Ketib Anom Kraton Yogyakarta dan tokoh pembaruan yang kemudian menjadi penghulu Kraton Yogyakarta, yang kemudian diputuskan Kyai Dahlan setelah melalui shalat istikharah (Darban, 2000: 34). Artinya, pilihan untuk mendirikan Muhammadiyah memiliki dimensi spiritualitas yang tinggi sebagaimana tradisi kyai atau dunia pesantren.
 
Gagasan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah tersebut selain untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Kyai Dahlan, menurut Adaby Darban (2000: 13) secara praktis-organisatoris untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911. Sekolah tersebut merupakan rintisan lanjutan dari ”sekolah” (kegiatan Kyai Dahlan dalam menjelaskan ajaran Islam) yang dikembangkan Kyai Dahlan secara informal dalam memberikan pelajaran yang mengandung ilmu agama Islam dan pengetahuan umum di beranda rumahnya. Dalam tulisan Djarnawi Hadikusuma yang didirikan pada tahun 1911 di kampung Kauman Yogyakarta tersebut, merupakan ”Sekolah Muhammadiyah”, yakni sebuah sekolah agama, yang tidak diselenggarakan di surau seperti pada umumnya kegiatan umat Islam waktu itu, tetapi bertempat di dalam sebuah gedung milik ayah Kyai Dahlan, dengan menggunakan meja dan papan tulis, yang mengajarkan agama dengan dengan cara baru, juga diajarkan ilmu-ilmu umum.
 
Maka pada tanggal 18 November 1912 Miladiyah bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1330 Hijriyah di Yogyakarta akhirnya didirikanlah sebuah organisasi yang bernama ”MUHAMMADIYAH”. Organisasi baru ini diajukan pengesahannya pada tanggal 20 Desember 1912 dengan mengirim ”Statuten Muhammadiyah” (Anggaran Dasar Muhammadiyah yang pertama, tahun 1912), yang kemudian baru disahkan oleh Gubernur Jenderal Belanda pada 22 Agustus 1914. Dalam ”Statuten Muhammadiyah” yang pertama itu, tanggal resmi yang diajukan ialah tanggal Miladiyah yaitu 18 November 1912, tidak mencantumkan tanggal Hijriyah. Dalam artikel 1 dinyatakan, ”Perhimpunan itu ditentukan buat 29 tahun lamanya, mulai 18 November 1912. Namanya ”Muhammadiyah” dan tempatnya di Yogyakarta”. Sedangkan maksudnya (Artikel 2), ialah: a. menyebarkan pengajaran Igama Kangjeng Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi Wassalam kepada penduduk Bumiputra di dalam residensi Yogyakarta, dan b. memajukan hal Igama kepada anggauta-anggautanya.”
Terdapat hal menarik, bahwa kata ”memajukan” (dan sejak tahun 1914 ditambah dengan kata ”menggembirakan”) dalam pasal maksud dan tujuan Muhammadiyah merupakan kata-kunci yang selalu dicantumkan dalam ”Statuten Muhammadiyah” pada periode Kyai Dahlan hingga tahun 1946 (yakni: Statuten Muhammadiyah Tahun 1912, Tahun 1914, Tahun 1921, Tahun 1931, Tahun 1931, dan Tahun 1941). Sebutlah Statuten tahun 1914: Maksud Persyarikatan ini yaitu:
  1. Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran Igama di Hindia Nederland,
  2. dan Memajukan dan menggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lidnya.
Dalam pandangan Djarnawi Hadikusuma, kata-kata yang sederhana tersebut mengandung arti yang sangat dalam dan luas. Yaitu, ketika umat Islam sedang dalam kelemahan dan kemunduran akibat tidak mengerti kepada ajaran Islam yang sesungguhnya, maka Muhammadiyah mengungkap dan mengetengahkan ajaran Islam yang murni itu serta menganjurkan kepada umat Islam pada umumnya untuk mempelajarinya, dan kepada para ulama untuk mengajarkannya, dalam suasana yang maju dan menggembirakan.
 
Pada AD Tahun 1946 itulah pencantuman tanggal Hijriyah (8 Dzulhijjah 1330) mulai diperkenalkan. Perubahan penting juga terdapat pada AD Muhammadiyah tahun 1959, yakni dengan untuk pertama kalinya Muhammadiyah mencantumkan ”Asas Islam” dalam pasal 2 Bab II., dengan kalimat, ”Persyarikatan berasaskan Islam”. Jika didaftar, maka hingga tahun 2005 setelah Muktamar ke-45 di Malang, telah tersusun 15 kali Statuten/Anggaran Dasar Muhammadiyah, yakni berturut-turut tahun 1912, 1914, 1921, 1934, 1941, 1943, 1946, 1950 (dua kali pengesahan), 1959, 1966, 1968, 1985, 2000, dan 2005. Asas Islam pernah dihilangkan dan formulasi tujuan Muhammadiyah juga mengalami perubahan pada tahun 1985 karena paksaan dari Pemerintah Orde Baru dengan keluarnya UU Keormasan tahun 1985. Asas Islam diganti dengan asas Pancasila, dan tujuan Muhammadiyah berubah menjadi ”Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wata’ala”. Asas Islam dan tujuan dikembalikan lagi ke ”masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” dalam AD Muhammadiyah hasil Muktamar ke-44 tahun 2000 di Jakarta.
 
Kelahiran Muhammadiyah sebagaimana digambarkan itu melekat dengan sikap, pemikiran, dan langkah Kyai Dahlan sebagai pendirinya, yang mampu memadukan paham Islam yang ingin kembali pada Al-Quran dan Sunnah Nabi dengan orientasi tajdid yang membuka pintu ijtihad untuk kemajuan, sehingga memberi karakter yang khas dari kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah di kemudian hari. Kyai Dahlan, sebagaimana para pembaru Islam lainnya, tetapi dengan tipikal yang khas, memiliki cita-cita membebaskan umat Islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan melalui tajdid (pembaruan) yang meliputi aspek-aspek tauhid (‘aqidah), ibadah, mu’amalah, dan pemahaman terhadap ajaran Islam dan kehidupan umat Islam, dengan mengembalikan kepada sumbernya yang aseli yakni Al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shakhih, dengan membuka ijtihad.
Mengenai langkah pembaruan Kyai Dahlan, yang merintis lahirnya Muhammadiyah di Kampung Kauman, Adaby Darban (2000: 31) menyimpulkan hasil temuan penelitiannya sebagai berikut:”Dalam bidang tauhid, K.H A. Dahlan ingin membersihkan aqidah Islam dari segala macam syirik, dalam bidang ibadah, membersihkan cara-cara ibadah dari bid’ah, dalam bidang mumalah, membersihkan kepercayaan dari khurafat, serta dalam bidang pemahaman terhadap ajaran Islam, ia merombak taklid untuk kemudian memberikan kebebasan dalam ber-ijtihad.”.
 
Adapun langkah pembaruan yang bersifat ”reformasi” ialah dalam merintis pendidikan ”modern” yang memadukan pelajaran agama dan umum. Menurut Kuntowijoyo, gagasan pendidikan yang dipelopori Kyai Dahlan, merupakan pembaruan karena mampu mengintegrasikan aspek ”iman” dan ”kemajuan”, sehingga dihasilkan sosok generasi muslim terpelajar yang mampu hidup di zaman modern tanpa terpecah kepribadiannya (Kuntowijoyo, 1985: 36). Lembaga pendidikan Islam ”modern” bahkan menjadi ciri utama kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah, yang membedakannya dari lembaga pondok pesantren kala itu. Pendidikan Islam “modern” itulah yang di belakang hari diadopsi dan menjadi lembaga pendidikan umat Islam secara umum.
Langkah ini pada masa lalu merupakan gerak pembaruan yang sukses, yang mampu melahirkan generasi terpelajar Muslim, yang jika diukur dengan keberhasilan umat Islam saat ini tentu saja akan lain, karena konteksnya berbeda.
 
Pembaruan Islam yang cukup orisinal dari Kyai Dahlan dapat dirujuk pada pemahaman dan pengamalan Surat Al-Ma’un. Gagasan dan pelajaran tentang Surat Al-Maun, merupakan contoh lain yang paling monumental dari pembaruan yang berorientasi pada amal sosial-kesejahteraan, yang kemudian melahirkan lembaga Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKU). Langkah momumental ini dalam wacana Islam kontemporer disebut dengan ”teologi transformatif”, karena Islam tidak sekadar menjadi seperangkat ajaran ritual-ibadah dan ”hablu min Allah” (hubungan dengan Allah) semata, tetapi justru peduli dan terlibat dalam memecahkan masalah-masalah konkret yang dihadapi manusia. Inilah ”teologi amal” yang tipikal (khas) dari Kyai Dahlan dan awal kehadiran Muhammadiyah, sebagai bentuk dari gagasan dan amal pembaruan lainnya di negeri ini.
 
Kyai Dahlan juga peduli dalam memblok umat Islam agar tidak menjadi korban misi Zending Kristen, tetapi dengan cara yang cerdas dan elegan. Kyai mengajak diskusi dan debat secara langsung dan terbuka dengan sejumlah pendeta di sekitar Yogyakarta. Dengan pemahaman adanya kemiripan selain perbedaan antara Al-Quran sebagai Kutab Suci umat Islam dengan kitab-kitab suci sebelumnya, Kyai Dahlan menganjurkan atau mendorong ”umat Islam untuk mengkaji semua agama secara rasional untuk menemukan kebenaran yang inheren dalam ajaran-ajarannya”, sehingga Kyai pendiri Muhammadiyah ini misalnya beranggapan bahwadiskusi-diskusi tentang Kristen boleh dilakukan di masjid (Jainuri, 2002: 78) .
 
Kepeloporan pembaruan Kyai Dahlan yang menjadi tonggak berdirinya Muhammadiyah juga ditunjukkan dengan merintis gerakan perempuan ‘Aisyiyah tahun 1917, yang ide dasarnya dari pandangan Kyai agar perempuan muslim tidak hanya berada di dalam rumah, tetapi harus giat di masyarakat dan secara khusus menanamkan ajaran Islam serta memajukan kehidupan kaum perempuan. Langkah pembaruan ini yang membedakan Kyai Dahlan dari pembaru Islam lain, yang tidak dilakukan oleh Afghani, Abduh, Ahmad Khan, dan lain-lain (mukti Ali, 2000: 349-353). Perintisan ini menunjukkan sikap dan visi Islam yang luas dari Kyai Dahlan mengenai posisi dan peran perempuan, yang lahir dari pemahamannya yang cerdas dan bersemangat tajdid, padahal Kyai dari Kauman ini tidak bersentuhan dengan ide atau gerakan ”feminisme” seperti berkembang sekarang ini. Artinya, betapa majunya pemikiran Kyai Dahlan yang kemudian melahirkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam murni yang berkemajuan.
 
Kyai Dahlan dengan Muhammadiyah yang didirikannya, menurut Djarnawi Hadikusuma (t.t: 69) telah menampilkan Islam sebagai ”sistem kehidupan mansia dalam segala seginya”. Artinya, secara Muhammadiyah bukan hanya memandang ajaran Islam sebagai aqidah dan ibadah semata, tetapi merupakan suatu keseluruhan yang menyangut akhlak dan mu’amalat dunyawiyah. Selain itu, aspek aqidah dan ibadah pun harus teraktualisasi dalam akhlak dan mu’amalah, sehingga Islam benar-benar mewujud dalam kenyataan hidup para pemeluknya. Karena itu, Muhammadiyah memulai gerakannya dengan meluruskan dan memperluas paham Islam untuk diamalkan dalam sistem kehidupan yang nyata.
 
Kyai Dahlan dalam mengajarkan Islam sungguh sangat mendalam, luas, kritis, dan cerdas. Menurut Kyai Dahlan, orang Islam itu harus mencari kebenaran yang sejati, berpikir mana yang benar dan yang salah, tidak taklid dan fanatik buta dalam kebenaran sendiri, menimbang-nimbang dan menggunakan akal pikirannya tentang hakikat kehiduupan, dan mau berpikir teoritik dan sekaligus beripiki praktik (K.R. H. Hadjid, 2005). Kyai Dahlan tidak ingin umat Islam taklid dalam beragama, juga tertinggal dalam kemajuan hidup. Karena itu memahami Islam haruslah sampai ke akarnya, ke hal-hal yang sejati atau hakiki dengan mengerahkan seluruh kekuatan akal piran dan ijtihad.
 
Dalam memahami Al-Quran, dengan kasus mengajarkan Surat Al-Ma’un, Kyai Dahlan mendidik untuk mempelajari ayat Al-Qur’an satu persatu ayat, dua atau tiga ayat, kemudian dibaca dan simak dengan tartil serta tadabbur (dipikirkan): ”bagaimanakah artinya? bagaimanakah tafsir keterangannya? bagaimana maksudnya? apakah ini larangan dan apakah kamu sudah meninggalkan larangan ini? apakah ini perintah yang wajib dikerjakan? sudahkah kita menjalankannya?” (Ibid: 65). Menurut penuturan Mukti Ali, bahwa model pemahaman yang demikian dikembangkan pula belakangan oleh KH.Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah yang dikenal luas dan mendalam ilmu agamanya, lulusan Al-Azhar Cairo, cerdas pemikirannya sekaligus luas pandangannya dalam berbagai masalah kehidupan.
 
Kelahiran Muhammadiyah dengan gagasan-gagasan cerdas dan pembaruan dari pendirinya, Kyai Haji Ahmad Dahlan, didorong oleh dan atas pergumulannya dalam menghadapi kenyataan hidup umat Islam dan masyarakat Indonesia kala itu, yang juga menjadi tantangan untuk dihadapi dan dipecahkan. Adapun faktor-faktor yang menjadi pendorong lahirnya Muhammadiyah ialah antara lain:
  1. Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bid’ah, dan khurafat, yang mengakibatkan umat Islam tidak merupakan golongan yang terhormat dalam masyarakat, demikian pula agama Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi;
  2. Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam, akibat dari tidak tegaknya ukhuwah Islamiyah serta ketiadaan suatu organisasi yang kuat;
  3. Kegagalan dari sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-kader Islam, karena tidak lagi dapat memenuhi tuntutan zaman;
  4. Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit, bertaklid buta serta berpikir secara dogmatis, berada dalam konservatisme, formalisme, dan tradisionalisme;
  5. dan Karena keinsyafan akan bahaya yang mengancam kehidupan dan pengaruh agama Islam, serta berhubung dengan kegiatan misi dan zending Kristen di Indonesia yang semakin menanamkan pengaruhnya di kalangan rakyat
(Junus Salam, 1968: 33).
 
Karena itu, jika disimpulkan, bahwa berdirinya Muhammadiyah adalah karena alasan-alasan dan tujuan-tujuan sebagai berikut: (1) Membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan Islam; (2) Reformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern; (3) Reformulasi ajaran dan pendidikan Islam; dan (4) Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan luar (H.A. Mukti Ali, dalam Sujarwanto & Haedar Nashir, 1990: 332).
 
Kendati menurut sementara pihak Kyai Dahlan tidak melahirkan gagasan-gagasan pembaruan yang tertulis lengkap dan tajdid Muhammadiyah bersifat ”ad-hoc”, namun penilaian yang terlampau akademik tersebut tidak harus mengabaikan gagasan-gagasan cerdas dan kepeloporan Kyai Dahlan dengan Muhammadiyah yang didirikannya, yang untuk ukuran kala itu dalam konteks amannya sungguh merupakan suatu pembaruan yang momunemntal. Ukuran saat ini tentu tidak dapat dijadikan standar dengan gerak kepeloporan masa lalu dan hal yang mahal dalam gerakan pembaruan justru pada inisiatif kepeloporannya.
 
Kyai Dahlan dengn Muhammadiyah yang didirikannya terpanggil untuk mengubah keadaan dengan melakukan gerakan pembaruan. Untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai latarbelakang dan dampak dari kelahiran gerakan Muhammadiyah di Indonesia, berikut pandangan James Peacock (1986: 26), seorang antropolog dari Amerika Serikat yang merintis penelitian mengenai Muhammadiyah tahun 1970-an, bahwa: ”Dalam setengah abad sejak berkembangnya pembaharuan di Asia Tenggara, pergerakan itu tumbuh dengan cara yang berbeda di bermacam macam daerah. Hanya di Indonesia saja gerakan pembaharuan Muslimin itu menjadi kekuatan yang besar dan teratur. Pada permulaan abad ke-20 terdapat sejumlah pergerakan kecil kecil, pembaharuan di Indonesia bergabung menjadi beberapa gerakan kedaerahan dan sebuah pergerakan nasional yang tangguh, Muhammadiyah. Dengan beratus-ratus cabang di seluruh kepulauan dan berjuta-juta anggota yang tersebar di seluruh negeri, Muhammadiyah memang merupakan pergerakan Islam yang terkuat yang pernah ada di Asia Tenggara. Sebagai pergerakan yang memajukan ajaran Islam yang murni, Muhammadiyah juga telah memberikan sumbangan yang besar di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Klinik-klinik perawatan kesehatan, rumah-rumah piatu, panti asuhan, di samping beberapa ribu sekolah menjadikan Muhammadiyah sebagai lembaga non-Kristen dalam bidang kemasyarakatan, pendidikan dan keagamaan swasta yang utama di Indonesia. ‘Aisyiah, organisasi wanitanya, mungkin merupakan pergerakan wanita Islam yang terbesar di dunia. Pendek kata Muhammadiyah merupakan suatu organisasi yang utama dan terkuat di negara terbesar kelima di dunia.”
Kelahiran Muhammadiyah secara teologis memang melekat dan memiliki inspirasi pada Islam yang bersifat tajdid, namun secara sosiologis sekaligus memiliki konteks dengan keadaan hidup umat Islam dan masyarakat Indonesia yang berada dalam keterbelakangan. Kyai Dahlan melalui Muhammadiyah sungguh telah memelopori kehadiran Islam yang otentik (murni) dan berorientasi pada kemajuan dalam pembaruannya, yang mengarahkan hidup umat Islam untuk beragama secara benar dan melahirkan rahmat bagi kehidupan. Islam tidak hanya ditampilkan secara otentik dengan jalan kembali kepada sumber ajaran yang aseli yakni Al-Qur‘an dan Sunnah Nabi yang sahih, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia dari serba ketertinggalan menuju pada dunia kemajuan.
 
Fenomena baru yang juga tampak menonjol dari kehadiran Muhammadiyah ialah, bahwa gerakan Islam yang murni dan berkemajuan itu dihadirkan bukan lewat jalur perorangan, tetapi melalui sebuah sistem organisasi. Menghadirkan gerakan Islam melalui organisasi merupakan terobosan waktu itu, ketika umat Islam masih dibingkai oleh kultur tradisional yang lebih mengandalkan kelompok-kelompok lokal seperti lembaga pesantren dengan peran kyai yang sangat dominan selaku pemimpin informal. Organisasi jelas merupakan fenomena modern abad ke-20, yang secara cerdas dan adaptif telah diambil oleh Kyai Dahlan sebagai “washilah” (alat, instrumen) untuk mewujudkan cita-cita Islam.
 
Mem-format gerakan Islam melalui organisasi dalam konteks kelahiran Muhammadiyah, juga bukan semata-mata teknis tetapi juga didasarkan pada rujukan keagmaan yang selama ini melekat dalam alam pikiran para ulama mengenai qaidah “mâ lâ yatimm al-wâjib illâ bihi fa huwâ wâjib”, bahwa jika suatu urusan tidak akan sempurna manakala tanpa alat, maka alat itu menjadi wajib adanya. Lebih mendasar lagi, kelahiran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam melalui sistem organisasi, juga memperoleh rujukan teologis sebagaimana tercermin dalam pemaknaan/penafsiran Surat Ali Imran ayat ke-104, yang memerintahkan adanya “sekelompok orang untuk mengajak kepada Islam, menyuruh pada yang ma‘ruf, dan mencegah dari yang munkar”. Ayat Al-Qur‘an tersebut di kemudian hari bahkan dikenal sebagai ”ayat” Muhammadiyah.
 
Muhammadiyah dengan inspirasi Al-Qur‘an Surat Ali Imran 104 tersebut ingin menghadirkan Islam bukan sekadar sebagai ajaran “transendensi” yang mengajak pada kesadaran iman dalam bingkai tauhid semata. Bukan sekadar Islam yang murni, tetapi tidak hirau terhadap kehidup. Apalagi Islam yang murni itu sekadar dipahami secara parsial. Namun, lebih jauh lagi Islam ditampilkan sebagai kekuatan dinamis untuk transformasi sosial dalam dunia nyata kemanusiaan melalui gerakan “humanisasi” (mengajak pada serba kebaikan) dan “emanisipasi” atau “liberasi” (pembebasan dari segala kemunkaran), sehingga Islam diaktualisasikan sebagai agama Langit yang Membumi, yang menandai terbitnya fajar baru Reformisme atau Modernisme Islam di Indonesia.
 
Sumber : http://suara-muhammadiyah.com/

Bukti Penampakan Simbol Illuminati Di Kota Jakarta

Written By Unknown on Kamis, 15 Mei 2014 | Kamis, Mei 15, 2014

Tahukah Anda jika kota Jakarta itu dibangun para Freemason di Indonesia? Sejak pembangunan Stadhuis, kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (kordinat: 6°8’7.2377″S 106°48’48.164″E) di tahun 1707 hingga sekarang, para Freemasonry ini terus membangun Jakarta dan menyisipkan aneka simbol ‘pagan’nya ke ibukota tercinta ini.
[imagetag]
Tahukah Anda jika luas keseluruhan Museum Fatahillah adalah 13.000 meter persegi? Tahukah Anda jika gerbang utama Museum Fatahillah terdiri dari 13 buah batu berbentuk Arch? Tahukah Anda jika batu istana DAM di depan Museum Fatahillah tersusun atas 13 baris? Tahukah Anda jika struktur paramida keanggotaan Freemansory juga terdiri dari 13 tingkat? Tiga belas adalah nomer baik untuk para Freemason.
Air Mancur bundaran Hotel Indonesia
Tahukah Anda jika renovasi Air Mancur bundaran Hotel Indonesia (kordinat 6.1949711S 106.8230563E) di tahun 2001 sarat dengan simbolisme Kabbalah (yang merupakan campuran antara ilmu perbintangan, ilmu sihir zaman Firaun dan Raja Nimrodz, dan paganisme lainnya) dimana proyeknya mengambil tema sentral “Cahaya” atau “Illuminati”?
Taman Menteng/suropati
Tahukah Anda jika Freemason Belanda membangun pusat Menteng (Taman Suropati dan gedung Bappenas sekarang, (kordinat 6.2007362S 106.8322027E) dengan desain simbol kepala kambing iblis Baphomet yang sampai sekarang masih bisa disaksikan oleh siapapun?
[imagetag]
TUGU MONAS JAKARTA
Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih ‘mulia’, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas.
[imagetag]
Tugu Monas hanyalah salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusat-pusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern).
[imagetag]
Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun.
[imagetag]
Obelisk atau phallus juga bisa kita jumpai tepat di tengah lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican City, negara tempat pemimpin umat Katholik Roma sejagat raya. Phallus modern juga dapat berupa obelisk baja yang menjulang di tengah-tengah ibukota Perancis, Paris berupa Menara Eiffel.

ILLUMINATI, SIMBOL PIRAMIDA & MATA-SATU

- Informasi Keliru -
Banyak orang mendapat informasi keliru bahwa simbol Piramida dan Mata-Satu pada uang 1 Dollar AS adalah simbol Illuminati. Padahal seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa baik Illuminati dan AS lahir di tahun yang sama yaitu 1776, sehingga tidak mungkin ada keterikatan erat.
Jika kita melihat pesan tersembunyi dari simbol Piramida dan Mata-Satu pada uang 1 Dollar AS, justru yang akan kita temukan saat menggambarkan sebuah heksagram di atasnya adalah sebuah anagram yang membentuk kata M-A-S-O-N. Tidak ada pesan tersembunyi Illuminati di sana. Tetapi, mengapa ada pesan tersembunyi berupa kata "Mason"? Karena memang para pendiri AS adalah anggota Mason, dan simbol Mata-Satu adalah sebuah representasi Mason atas The Great Architect of the Universe atau Tuhan. Lalu, apa hubungan Freemason dengan heksagram atau Bintang David? Kita semua tahu, Freemason mempunyai keterkaitan dengan Kabbala, ajaran mistik Yahudi.
Jadi simbol 1 Dollar AS hanya dikait-kaitkan saja dengan Illuminati, karena pemunculan Mata-Satu sebagai simbol Anti-Kristus atau Dajjal, dan juga simbol Piramida dihubungkan sebagai simbol kaum Pagan atau penyembah berhala. Teori konspirasi memang adalah sebuah teori kait-mengkait, atau kait sana, kait sini. Khususnya teori konspirasi Illuminati. Jika dibenturkan dengan sejarah, maka akan cacat.

- Illuminati Versi Dan Brown -
Versi berbeda akan kita temukan saat membaca novel "Angels & Demons" karangan Dan Brown, maka kita akan menemukan simbol yang berbeda yaitu berupa ambigram atau susunan kata yang bisa dibaca terbalik atau dari sudut pandang lain, sebagai simbol Illuminati.

Novel "Angels & Demons" ini bercerita tentang konflik antara organisasi kuno rahasia bernama Illuminati dengan Gereja Katolik Roma. Latar belakang kisahnya terjadi di Eropa, bukan di AS. Barulah pada novel "Lost Symbol", Dan Brown mengangkat kisah tentang Freemason dan sejarah AS. Jadi memang Dan Brown sendiri menempatkan Illuminati dan Freemason sebagai 2 organisasi yang berbeda, terpisah jarak.
Kalaupun kita ingin membuat teori konspirasi tentang AS, maka organisasi yang paling tepat untuk disandingkan dengan AS adalah Freemason, bukan Illuminati yang setengah mitos. AS adalah negara yang didirikan oleh orang-orang Freemason, bahkan hingga kini para presiden AS yang silih-berganti itu jika ditelusuri adalah juga para anggota Freemason.

- Sejarah Uang 1 Dollar AS -
Penggunaan simbol Piramida dan Mata-Satu dalam pecahan uang 1 Dollar AS itu sendiri sebenarnya baru digunakan pada tahun 1935, padahal simbol tersebut sudah menjadi lambang negara AS lebih dari 150 tahun lalu. Penggunaan simbol pada uang 1 Dollar AS tersebut merupakan ide dari Franklin Delano Roosevelt, presiden AS saat itu, yang juga merupakan seorang Mason level 32. Berikut draft awal untuk uang 1 Dollar AS baru dengan tandatangan para pejabat AS saat itu.


Uang 1 Dollar AS tersebut merupakan sisi kedua, sedangkan sisi pertama yang bergambar George Washington tidak dilakukan perubahan berarti. Berikut adalah pecahan uang 1 Dollar AS sebelum tahun 1935, yaitu seri tahun sebelumnya, seri tahun 1928-1934:


Kembali pada pecahan uang 1 Dollar terbaru, jika kita perhatikan maka tidak hanya simbol Piramida dan Mata-Satu saja yang tercantum di sana, tetapi ada simbol lain yaitu Bald Eagle atau Elang Gundul. Simbol-simbol ini merupakan Great Seal of the United States (US) atau segel agung AS atau lambang negara AS. Di Indonesia, kita memiliki Garuda Pancasila.

- Sejarah Simbol Piramida & Mata-Satu -
Sekarang kita masuk tahap sejarah proses pembuatan simbol Piramida dan Mata-Satu. Kita akan mundur jauh ke belakang di awal kemerdekaan AS yaitu tahun 1776. Kita akan berkenalan dengan perancang Great Seal of the US, dia adalah William Barton yang dibantu oleh Charles Thomson.


Great Seal of the US dipublikasikan pertama kali tahun 1782 dengan proses pembuatan yang panjang yaitu sekitar 6 tahun sejak kemerdekaan AS tahun 1776. Great Seal of the US terdiri dari lambang Piramida Bermata-Satu dan Elang Gundul. Tapi kita tidak akan membahas lambang Elang Gundul pada kesempatan kali ini, kita hanya akan fokus pada pembahasan lambang Piramida Bermata-Satu.

Bagi para penganut teori konspirasi, tahap sejarah proses pembuatan Great Seal of the US tidak pernah dibahas, karena jika dibahas akan menghancurkan teori konspirasi Illuminati itu sendiri. Klaim mereka bahwa simbol Piramida dan Mata-Satu adalah simbol Illuminati yang dipakai sebagai lambang negara AS adalah Hoax, karena tidak sesuai dengan sejarah AS.

Tahap awal, Komite Pertama pembuatan Great Seal of the US terdiri dari Benjamin Franklin (seorang Mason), Thomas Jefferson dan John Adams. Perancang awal Great Seal of the US sekaligus sebagai konsultan adalah Pierre Eugene du Simitiere, dengan rancangan sebagai berikut: (Salah satu sumber sejarah AS ini diambil dari Wikipedia.org yang kemudian dianalisa dan dilengkapi dengan sumber lain tanpa menyadur mentah-mentah)


Du Simitiere kemudian melakukan perubahan atas masukan dari Komite Pertama, dan rancangan berikut inilah yang kemudian diajukan ke Kongres pada 20 Agustus 1776:


Hampir 4 tahun tanpa kejelasan dari Kongres, akhirnya pada 25 Maret 1780 dibentuk Komite Kedua yang terdiri dari James Lovell, John Morin Scott dan William Churchill Houston. Tidak ada satu pun anggota Freemason dalam Komite Kedua ini, karenanya calon lambang negara pun dirombak tanpa unsur Piramida dan Mata-Satu, dibantu oleh perancang yang berbeda dari sebelumnya, bernama Francis Hopkinson, sebagai berikut:


Pada 10 Mei 1780, rancangan Hopkinson diajukan ke Kongres, tapi Kongres malah mengembalikan rancangan tersebut kepada Komite Kedua. Setelah 2 tahun lebih, pada 4 Mei 1782, dibentuk kembali Komite Ketiga, terdiri dari Arthur Middleton, Elias Boudinot dan Arthur Lee yang kemudian digantikan oleh John Rutledge (seorang Mason). Kali ini perancangnya adalah seorang pemuda berumur 28 tahun bernama William Barton. Rancangan Barton sebetulnya terinspirasi dari pecahan uang 40 Dollar AS (berbentuk Mata-Satu yang bersinar) dan pecahan uang 50 Dollar AS (berbentuk 13 anak tangga mirip Piramida). Design pada uang 40 dan 50 Dollar AS tersebut sebenarnya adalah hasil rancangan Hopkinson (perancang lambang negara AS pada Komite Kedua). Hopkinson sendiri mempunyai latar belakang sebagai pengacara, penyair dan musisi. Sedangkan Barton juga seorang pengacara dengan gelar Master di bidang seni dan seorang heraldist atau ahli merancang simbol.


Barton bergerak cepat. Pada 9 Mei 1782 atau 5 hari setelah dibentuknya Komite Ketiga, rancangan Barton diajukan ke Kongres. Rancangan ini merupakan perpaduan dari rancangan sebelumnya milik Pierre Eugene du Simitiere dan Francis Hopkinson, sebagai berikut:


Pada 15 September 1789, Kongres meresmikan Great Seal of the US rancangan William Barton yang dibantu oleh Charles Thomson tersebut. Beberapa tahun kemudian dilakukan beberapa penyempurnaan terhadap lambang Segitiga Bermata-Satu hingga menjadi seperti di bawah ini:


Proses yang panjang dan alot menunjukkan bahwa pemilihan lambang negara AS sungguh selektif. Pemilihan tersebut bermakna dalam dan filosofis. Piramida berarti 13 tangga Negara Bagian AS. Sedangkan Segitiga Mata-Satu artinya adalah Tuhan dalam Trinitas, merupakan simbol klasik yang umum dipakai kaum Kristen di zaman Renaissance, seperti yang terdapat pada lukisan Jacopo Pontormo di tahun 1525.


Inilah sekelumit sejarah AS. Setidaknya membuka wawasan kita untuk melihat teori konspirasi Illuminati dari sudut lain. Jangan kita asal menuduh bahwa simbol pada Great Seal of the US dan simbol pada uang 1 Dollar AS adalah simbol perwujudan Dajjal milik Illuminati. Masing-masing keyakinan memiliki simbol Tuhannya sendiri. Patut kita hormati.

Penampakan UFO di Papua Nugini

Written By Unknown on Senin, 05 Mei 2014 | Senin, Mei 05, 2014

Posting kali ini mau bahas UFO encounter di papua nugini yang terjadi  tahun 50an, gini-gini..



Summary: William B. Gill, seorang pendeta misionaris di Bosinai, Papua New Guinea, dia menyaksikan penampakan UFO disana 2 hari berturut-turut pada 26-27 juni, 1959. Kalo UFO doang mah biasa, tapi dia melihat UFO+alien di atasnya! Kurang lebih 25 penduduk setempat, termasuk guru dan tenaga medis juga melihat fenomena ini. Penampakan ini mengawali 60 penampakan di minggu-minggu berikutnya


Menurut J. Allen Hynek, selama 1958 - 1959 ada lebih dari 60 penampakan UFO di Papua New Guinea. dimana sebagian besar terjadi di gunung Pudi, dekat base misionaris di Boianai. New Guinea waktu itu masih bagian dari Australia, dan Australian Anglican Church mengirim banyak misionaris kesana. Salah satunya Romo William Booth Gill, dan dia seorang skeptis.

Tapi ke skeptisannya berubah pada 5 April, 1959, Romo Gill meklihat cahaya di gunung Pudi yang tidak berpenghuni, lalu tanggal 21 Juni, Stephen Moi Gill, asistennya romo Gill, melihat piring terbang di area itu.


Penampakan itu hanya pembuka dari penampakan yang akan terjadi setelahnya..


Jam 6:45 pada 26 juni, Romo Gill dan 38 saksi lain melihat cahaya putih di barat daya langit. Terlihat jelas itu adalah sesuatu yang berbentuk disk dengan 4 kaki yang besarnya 5x bulan purnama. Di atas disk itu ada 4 'makhluk' aneh. 4 makhluk itu sempat menghilang sebelum muncul lagi 5 menit kemudian. Disebukan kalau tiap beberapa saat sekali beam berwarna biru muncul dari UFO itu dan mengarah ke langit.


UFO itu muncul sampai pukul 7:30, sebelum UFO itu menghilang ke awan. Pukul 8:30, beberapa UFO yang lebih kecil muncul, lalu pukul 8:50, UFO yang pertama muncul lagi sampai pukul 10:50, sebelum awan muncul dan menutupi UFO itu.


Romo Gill langsung membuat laporan tentang penampakan itu dan ditandatangani 25 saksi lain. keesokan harinya, UFO+alien itu muncul lagi brsama 2 UFO yang lebih kecil pada 6:00 p.m. Penasaran, Romo Gill melambai lambai ke makhluk yang ada di atas UFO itu. Kagetnya, makhluk di atas UFO itu juga membalas lambaian tangan tanpa ragu! Pukul 6:30, Romo Gill makan malam sampai pukul 7:00, pas dicek lagi, UFO itu masih ada tapi menjauh. lalu pukul 7:45 UFO itu hilang..


Esok sorenya, UFO itu muncul untuk terakir kalinya. Romo Gill menghitung ada 8 UFO pada pukul 6:45 p.m. Pada 11:20, tiba-tiba ada suara keras di atas atap. Romo Gill mengecek keluar dan kembali melihat 4 UFO di atas bangunan tempat dia tidur, UFO itu terus berada di atas rumahnya hingga ia tertidur. Besoknya, tanggal 29, dia mengecek atap rumahnya tapi tidak ada apapun yg di temukannya diatapnya.


Kisah ini langsugn jadi hits di papua nuw ginea dan masuk koran :


Wow, seru ya? kalo dipikir-pikir kayanya tidak mungkin Romo Gill ngehoax, karena sampe masuk koran dan dia punya laporan yang ditandatangani 25 orang..

Menurutku saya ini asli, bukan bualan dibuat-buat, menurut anda?

Statistik Blog

 
Support : Creating Website | @Wahyudikuasa
Copyright © 2012. Musical-Lines - All Rights Reserved
Template Created by @Wahyudikuasa
Proudly powered by Blogger